Dari Nol Belajar Menjahit, Raih Omzet Dua Digit dari Berkah Idulfitri

Dari Nol Belajar Menjahit, Raih Omzet Dua Digit dari Berkah Idulfitri

Mojokerto, Ditjen Vokasi PKPLK- Kursus menjahit merupakan titik balik hidup Erfinka. Gadis 18 tahun tersebut berhasil keluar dari belenggu pengangguran dan merintis usaha di bidang jahit. Bahkan di momen Idulfitri, ia berhasil mendapatkan omzet terbesar yang pernah ia raih setelah mengikuti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025.


Perkenalannya dengan mesin jahit bermula saat itu mengikuti kursus di Lembaga Kursus Kriya Busana Majapahit, Mojokerto, Jawa Timur. Sebagai penyelenggara PKW, lembaga tersebut mempersiapkan 25 pesertaa didik PKW untuk menjadi wirausaha muda di bidang busana. Salah satunya adalah Erfinka. 


“Saya benar-benar belajar menjahit dari nol. Belum pernah menggunakan mesin jahit sama sekali,” tutur Erfinka.


Erfinka menjelaskan lebih lanjut bahwa di lembaga kursus ia didampingi dengan instruktur berpengalaman dan teman-teman yang suportif. Dengan begitu, ia bisa mempelajari keterampilan tersebut meskipun menjahit adalah hal baru baginya. Tak hanya menjahit dan pola, tetapi Kriya Busana Majapahit pun mengenalkan materi mengenai sulam dan membatik.


Erfinka mengungkapkan, “Lalu ada materi tentang kewirausahaan dan permodalan, itu sangat membantu untuk mempersiapkan usaha.”


Omzet Berkah Idulfitri


Setelah menyelesaikan pelatihan kurang lebih 3 bulan, Erfinka mendapatkan modal usaha dari program PKW. Mulai dari mesin jahit, kain bahan, nomor izin usaha, hak merek, dan peralatan jahit lainnya. Dari situlah, Erfinka mulai meniti usahanya secara langsung di rumahnya. 


“Walau dari rumah, tetapi saya sudah mendapatkan omzet sekitar Rp6.5 juta di awal,” ujar Erfinka.


Berkat kerapihan dan cerita mulut ke mulut, usaha jahit Erfinka pun semakin dikenal banyak orang. Tak hanya dari kampungnya, tetapi juga orang dari berbagai kecamatan di sekitar kampung turut menjadi klien. Momen Idulfitri pun menjadi berkah baginya karena mendapatkan banyak order jahitan.


“Untuk lebaran ini, alhamdulillah, saya dapat omzet sekitar Rp16 juta,” terang Erfinka.


Momen ini adalah pengalaman pertamanya menjadi wirausaha muda. Ia berharap bahwa bisnisnya semakin terus berlanjut dan semakin berkembang.


Pimpinan Kriya Busana Majapahit, Nova Any Rosita pun menyampaikan bahwa pelaksanaan program PKW membantu pertumbuhan ekonomi di Mojokerto melalui penguatan ekosistem kewirausahaan.


“Pemuda jadi mampu untuk berkreasi dan berinovasi melalui busana dengan khas daerah sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal,” ungkap Nova.(Zia/NA/AS)