Kreatif dan Ramah Lingkungan, Limbah Kayu Disulap jadi Miniatur Pesawat di SMKN 4 Kendari

Kreatif dan Ramah Lingkungan, Limbah Kayu Disulap jadi Miniatur Pesawat di SMKN 4 Kendari

Kendari, Ditjen Vokasi PKPLK – Limbah menjadi salah satu masalah yang berkembang di masyarakat. Ada berbagai macam limbah yang dapat ditemui, di mana masing-masing limbah ini bisa memberikan dampak negatif jika tidak ditangani dengan benar. 


Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA), Indonesia memiliki beragam turunan produk yang terbuat dari SDA sendiri misalnya dari kayu. Mengatasi hal ini, SMKN 4 Kendari, melalui Konsentrasi Keahlian Kriya Kayu dan Rotan, pun melakukan langkah kreatif dengan mengolah limbah kayu menjadi aksesoris berharga seperti miniatur pesawat yang ramah lingkungan. 

Limbah kayu yang digunakan berasal dari sisa-sisa produksi, potongan kayu bekas, hingga material tak terpakai yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar sekolah. Alih-alih dibuang atau dibakar, bahan-bahan tersebut dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai tinggi.

Kepala SMKN 4 Kendari, Herman, menyampaikan bahwa untuk membuat aksesoris dari limbah kayu para murid harus melakukan beberapa tahapan agar produk yang dihasilkan bisa memiliki nilai fungsi dan nilai jual. Setiap bagian dibuat dengan penuh ketelitian. Tidak hanya mengasah keterampilan teknis, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketekunan siswa dalam menyelesaikan sebuah projek.

Beberapa karya bahkan telah menarik perhatian masyarakat sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan demikian, murid tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami aspek bisnis seperti pemasaran dan penentuan harga.

“Jurusan ini memiliki prospek yang tinggi terutama untuk menghasilkan produk. Produk-produk dari kriya kayu ini juga sudah dipasarkan baik di sekolah maupun di masyarakat sekitar,” ucap Herman. 

Lebih dari sekadar karya seni, inovasi ini juga mengandung nilai edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah kayu, murid diajak untuk memahami konsep daur ulang dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan. (Aya/NA/AS)