Kursus Rias Semakin Canggih dengan Pemanfaatan Video Tutorial Makro dan AR

Kursus Rias Semakin Canggih dengan Pemanfaatan Video Tutorial Makro dan AR

Blitar, Ditjen Dikmen Diksus - Perkembangan teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, berbagai inovasi dalam proses pembelajaran terus dikembangkan, termasuk pada bidang kursus tata rias. Salah satu contohnya adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mandiri di Blitar, Jawa Timur, yang menerapkan pembelajaran berbasis digital melalui pemanfaatan video tutorial makro serta teknologi augmented reality (AR) untuk mendukung proses belajar peserta didik.


Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap keterbatasan peserta didik dalam mengamati detail-detail teknik rias yang berukuran sangat kecil selama proses demonstrasi di kelas. Tanpa dukungan alat bantu visual yang mampu menampilkan detail secara jelas dan akurat, proses pembelajaran cenderung berlangsung lebih lama, sementara hasil praktik peserta didik menunjukkan tingkat konsistensi yang belum optimal.


Selaku pimpinan LKP Mandiri, Gandes mengungkapkan bahwa teknik pembelajaran ini sudah dipraktikkan di LKP Mandiri sejak 2019. Dengan adanya inovasi ini, pembelajaran rias menjadi lebih adaptif dengan perkembangan teknologi.


“Inovasi belajar yang menggunakan teknologi visual, seperti Video Makro dan Augmented Reality (AR), menjadi solusi yang sangat diperlukan untuk diimplementasikan di LKP, khususnya untuk kursus rias,” ungkap Gandes.


Gandes menjelaskan lebih lanjut bahwa tutorial video makro menggunakan lensa khusus yang dapat menangkap tekstur kulit, pori-pori, dan helai bulu mata dengan ketajaman luar biasa. Sementara itu, AR berperan sebagai alat bantu digital yang memberikan panduan visual kepada peserta didik. Dengan adanya AR, peserta didik pun bisa dengan jeli menganalisis wajah model sebelum makeup dirias pada wajah. 


“Penerapan media ini secara signifikan meningkatkan ketepatan teknik peserta didik, khususnya pada rincian rias mata dan perbaikan bentuk wajah (shading),” terang Gandes.


Tak hanya meningkatkan penguasaan keterampilan, hal ini juga berdampak pada naiknya angka kelulusan uji kompetensi. Menurut Gandes, peserta didik menjadi lebih cekatan saat mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan setelah menyelesaikan kursus. Sertifikasi kompetensi yang diperoleh menjadi bekal penting bagi para alumni kursus tata rias untuk membuka usaha sendiri maupun berkarier di industri kecantikan.


“Terdapat peningkatan skor rata-rata pada aspek ‘Perbaikan Wajah’ dan ‘Kebersihan Makeup’ sebesar 30% menurut data evaluasi uji kompetensi tahun terakhir,” jelas Gandes lebih lanjut.


Dengan efektivitas penerapan teknik pembelajaran ini, Gandes berpesan agar LKP di bidang tata rias pengantin turut memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Hal ini karena implementasi teknologi terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pengembangan keterampilan peserta didik serta peningkatan hasil uji kompetensi. (Zia/NA/AS)