Ruang Kelas Kini Beratap dan Berdinding, Revitalisasi SMKN 7 Manado Berdampak Penting
Manado, Ditjen Vokasi PKPLK – Ruang kelas yang nyaman adalah salah satu kunci untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang nyaman, aman, dan tenang. Ketenangan dalam proses pembelajaran adalah suatu keniscayaan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua peserta didik.
Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencoba untuk menghadirkan sekolah yang nyaman. SMKN 7 Manado, Sulawesi Utara, menjadi salah satu penerima manfaat dari program ini. Sekolah yang berada di dua tempat yakni Kepulauan Bunaken dan Kota Manado ini telah mendambakan program tersebut untuk memperbaiki kondisi sekolah yang terbilang kurang layak untuk proses belajar.
Dalam hal ini, SMKN 7 Manado berkesempatan untuk melakukan perbaikan pada ruang kelas, toilet, dan pembangunan ruang praktik siswa (RPS) bidang perhotelan. Kepala SMKN 7 Manado, Sulastri Darise, menuturkan bahwa SMKN 7 Manado memiliki peluang yang strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata, terlebih banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berlibur di wilayah Manado khususnya Bunaken.
“Adanya RPS ini tentunya akan menambah kepercayaan diri kita untuk mengembangkan kualitas murid melalui praktik-praktik yang berkelanjutan. Selama ini kita tidak memiliki RPS yang layak bahkan ruang kelas yang tidak beratap dan berlubang,” ucap Sulastri.
Sulastri menambahkan setelah adanya perbaikan sekolah ini diharapkan bisa membuat para murid nyaman dalam belajar sehingga mereka bisa lebih semangat dalam belajar dan meraih cita-citanya.
“Dulu kita harus membersihkan bangkai binatang sebelum kelas berlangsung. Sekarang murid lebih nyaman mereka tidak perlu kepanasan karena ruang kelas sudah memiliki atap,” tegas Sulastri.
Sementara itu, Erin, murid kelas X SMKN 7 Manado, menuturkan bahwa sekarang kondisi sekolahnya jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Dahulu kondisi ruang kelas sangat tidak layak untuk belajar.
“Kondisi yang dulu kami harus belajar panas-panasan dan jika hujan ya kami kehujanan. Ini sangat tidak ideal dan bisa dikatakan seperti gudang dari pada ruang kelas. Sekarang kami merasakan kenyamanan yang jauh lebih baik dari pada kondisi yang lalu. Senang rasanya akhirnya kami bisa belajar dengan nyaman,” ucap Erin. (Aya/NA/AS)