Siap ke Jepang dan Jerman, Kunci Sukses Alumni Kursus jadi Welder Profesional

Siap ke Jepang dan Jerman, Kunci Sukses Alumni Kursus jadi Welder Profesional

Jakarta, Ditjen Dikmen Diksus - Juru las (welder) profesional yang sukses lahir dari ketekunan, semangat belajar, dan kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui pelatihan di lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Dengan mengikuti kursus pengelasan, peserta dapat mengasah keterampilan sehingga memiliki peluang untuk berkarier hingga ke tingkat internasional.


Dalam Webinar Seri LKP Mendunia, sejumlah alumni kursus pengelasan membagikan kisah sukses mereka. Salah satunya adalah Indra Putra Dewanto, alumni LKP Nusa Citra Indonesia (NCI). Indra mengikuti program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) pada tahun 2025. Berbekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, ia kini telah menjadi seorang welder yang andal dan dipercaya menjabat sebagai Leader Operator Welding di PT Kobanayaki Maju Sejahtera.


“Saat ikut kursus, saya mendapatkan pembelajaran yang terstruktur dan sertifikat resmi yang dibutuhkan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” ungkap Indra.


Meskipun telah berada di posisinya saat ini, ia tidak cepat puas. Ia sedang mempersiapkan diri untuk berkarier di luar negeri, tepatnya di Jepang. Menurutnya, secara keterampilan ia sudah siap dan mampu bersaing. Namun, ia masih perlu melakukan persiapan lain, yaitu memperkuat kemampuan berbahasa asing.


Senada dengan Indra, Noval Giyan Alaudin yang juga merupakan alumni LKP NCI saat ini sedang mengikuti proses seleksi kerja ke Jerman. Menurutnya, pelatihan pengelasan memberikan prospek kerja yang menjanjikan karena keahlian tersebut banyak dibutuhkan oleh berbagai industri, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara.


“Selain keterampilan, saya pun mengutamakan kedisiplinan. Karena di Jerman tujuannya untuk bekerja sehingga mendapatkan hidup yang lebih baik. Itulah modal saya,” ungkapnya memberikan semangat untuk berkarier di luar negeri. 


Bagi mereka berdua, kursus telah memberikan kesempatan besar untuk bisa berkarier di tengahnya kesulitan ekonomi yang pernah mereka hadapi. Dengan memiliki keterampilan, mereka menjadi bisa bersaing di industri.


Sebagai informasi, webinar ini merupakan salah satu upaya Direktorat Kursus dan Pelatihan untuk membagikan praktik baik dalam penyelenggaraan kursus dan pelatihan, sekaligus memperkenalkan besarnya peluang dan prospek di bidang teknik pengelasan kepada masyarakat.


Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Khusus, Tatang Muttaqin, turut membuka kegiatan tersebut dan mengapresiasi semangat para alumni. Menurutnya, keterampilan pengelasan sejalan dengan tingginya permintaan tenaga kerja di sektor industri. Oleh karena itu, LKP memiliki peran strategis dalam memfasilitasi pembelajaran guna melahirkan talenta-talenta yang kompeten di bidang pengelasan.


“Kursus bukan jalur alternatif, tetapi jalur cepat bagi mereka yang mau belajar dan berkembang. Welder bukan sekadar pekerjaan  penuh percikan api dan jelaga, melainkan aristek logam yang membangun peradaban,” pesan Dirjen Tatang. 


Senada dengan Dirjen Tatang, Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, menyampaikan pesan kepada pengelola LKP untuk berkomitmen penuh dalam fasilitasi pembelajaran bahkan sampai dengan pendampingan ke industri.


“Saya berharap untuk terus meningkatkan pola pengajaran berbasis kebutuhan industri dan dampingi proses rekrutmen untuk para peserta didik sehingga setelah lulus bisa langsung berkarier. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga global,” terang Yaya. (Zia/NA/AS)