4 Hal yang Dipelajari Murid SMK Kriya Kreatif Batik dan Tekstil

4 Hal yang Dipelajari Murid SMK Kriya Kreatif Batik dan Tekstil

Malang, Ditjen Vokasi PKPLK – Wastra nusantara merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang banyak diburu oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap helai kain yang dihasilkan oleh para pengrajin memiliki makna yang beragam yang menggambarkan kondisi budaya suatu daerah. 


Kesadaran masyarakat khususnya generasi muda akan penggunaan wastra nusantara terlihat kian meningkat. Mereka kini mulai percaya diri memadu padankan wastra nusantara untuk menjadi gaya fesyen yang unik dan indah. Untuk menghasilkan wastra nusantara bukanlah hal yang mudah karena masing-masing wastra memiliki teknik yang berbeda dalam pembuatannya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar kompeten untuk bisa menjadi pengrajin sekaligus pelestari warisan luhur bangsa ini. SMK dengan Konsentrasi Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil menjadi salah satu jawaban untuk menyiapkan generasi muda yang kompeten di bidang ini. 


Di tengah berkembangnya industri fesyen dan ekonomi kreatif Indonesia, keahlian di bidang batik dan tekstil menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan. Berikut ini empat hal utama yang dipelajari murid SMK Konsentrasi Kriya Batik dan Tekstil menurut guru SMKN 5 Malang, Jawa Timur, Fitriani.


  1. Teknik Pembuatan Kriya Tekstil Tradisional dan Modern

Hal dasar yang harus dikuasai oleh murid kriya tekstil adalah teknik pembuatan kriya tekstil, mulai dari teknik tradisional hingga modern. Misalnya dalam proses pembuatan kain batik, murid akan belajar pembuatan desain, penggunaan canting, hingga proses pelorodan untuk menghilangkan lilin. Materi ini akan menjadi fondasi untuk melatih keterampilan tangan murid sekaligus menumbuhkan pemahaman tentang nilai budaya yang terkandung di setiap kriya tekstil.


  1. Desain Motif dan Pengembangan Produk

Salah satu daya tarik dari wastra nusantara adalah desain motif yang indah. Maka dari itu, materi membuat desain motif menjadi hal yang krusial dan wajib dikuasai oleh murid. Pada kesempatan ini, murid akan belajar cara merancang motif dengan memahami unsur seni rupa. Selain itu, murid juga belajar mengembangkan produk tekstil menjadi berbagai karya yang siap dipasarkan. 


  1. Teknik Pengolahan dan Pewarnaan

Selain motif, warna tekstil juga turut memberikan nyawa setiap helai wastra. Dalam hal ini, murid SMK bidang tekstil akan belajar berbagai teknik pewarnaan, baik yang menggunakan bahan sintetis atau bahan alami. Teknik ini sangat penting karena setiap jenis serat kain memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu penanganan yang tepat khususnya dalam teknik pewarnaan. 


  1. Kewirausahaan

Tidak hanya belajar kompetensi teknis, murid SMK bidang tekstil juga dibekali dengan ilmu kewirausahaan. Murid belajar perencanaan usaha, biaya produksi, pengemasan produk, dan strategi pemasaran. Bekal ini menjadi pegangan ketika murid lulus supaya berani membangun usaha di bidang industri kreatif khususnya tekstil.


Itu dia empat hal yang dipelajari murid SMK Konsentrasi Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. Kombinasi empat hal tersebut diikhtiarkan dapat menyiapkan lulusan yang benar-benar kompeten sehingga di masa depan mereka dapat mengambil peran di industri kreatif. (SMKN 5 Malang/Aya/NA/AS)