Program PKK di LKP Wikara, Jalan Generasi Muda Subang Menuju Dunia Kerja
Subang, Ditjen Dikmen Diksus - Sulitnya lapangan pekerjaan menjadi tantangan, belum lagi jika seseorang belum memiliki keahlian. Oleh karena itu, program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk bisa meningkatkan keterampilan sehingga bisa berkarier. Begitu pun di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Wikara, Subang, Jawa Barat.
40 peserta dari LKP tersebut menerima keterampilan tata busana yang saat ini dibutuhkan oleh industri garmen. Penguasaan dan teknik-teknik menjahit pun menjadi materi utama dalam pelatihan ini. Tak hanya itu, materi mengenai fesyen pun diberikan sebagai bentuk untuk menggali kreativitas peserta dalam membuat busana.
Salah satu peserta yang merasa terbantu dengan adanya program PKK ini adalah Nadia Vevita. Gadis 18 tahun ini sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ia telah mencoba untuk melamar pekerjaan, tetapi belum bersambut baik.
“Setelah pelatihan, alhamdulillah dibantu untuk disalurkan kerja. Sekarang sudah bekerja di Pesat Global Indonesia,” ungkap Nadia penuh rasa haru.
Nadia pun mengucapkan syukur karena program PKK telah banyak membantunya. Dengan instruktur LKP yang kompeten menambah keterampilan Nadia di bidang menjahit dengan sangat pesat.
Senada dengan Nadia, Muhamad Fiqri Phirdaus yang sebelumnya mempelajari busana dari nol pun sudah menyelesaikan magang industri dan langsung bekerja di PT Indonesia Glory Apparel. Pengalaman pelatihan membuatnya siap untuk berkarier di industri tersebut.
“Saya sangat berterima kasih karena pelatihan ini membuat saya memiliki bekal sehingga lebih cepat keterima di PT Willbes Global,” ungkap Fiqri.
Di sisi lain, Pemimpin LKP Wicara, Nisa Halimatussadiah, mengungkapkan bahwa program PKK menjadi harapan generasi muda di Subang untuk bisa mandiri. Menurutnya, program PKK di bidang tata busana sangat strategis karena lingkungan industrinya pun mendukung.
“Di Subang banyak perusahaan garmen yang membutuhkan tenaga kerja cukup banyak, terutama operator jahit. Melalui Program PKK, LKP berperan besar untuk meningkatkan keterampilan SDM supaya bisa bekerja di bidang garmen,” jelas Nisa. (Zia/NA/AS)