Semakin Kolaboratif, Program Upskilling dan Reskilling BBPPMPV Bispar Telah Dibuka

Semakin Kolaboratif, Program Upskilling dan Reskilling BBPPMPV Bispar Telah Dibuka

Depok Ditjen Vokasi PKPLK - Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar) mengedepankan semangat kolaborasi dalam pelaksanakan program Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri Tahun 2026. Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata  menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri Tahun 2026 pada 12–14 Januari 2026.


Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyampaikan program dan kerja sama BBPPMPV Bispar, strategi implementasi pelatihan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri tahun 2026, pola anggaran dan pembiayaan pelatihan bagi pusat belajar dan industri, serta melakukan verifikasi data. 


Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, membuka secara resmi kegiatan. Dalam sambutannya, Dirjen Tatang mengungkapkan peran strategis pendidikan vokasi melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


“Program Upskilling dan Reskilling menjadi bagian terintegrasi dalam meningkatkan kualitas pengajaran di satuan pendidikan vokasi,” ujar Dirjen Tatang.


Lebih lanjut, strategi ini berkaitan dengan pelaksanaan teaching factory (Tefa) di SMK sehingga mampu menghasilkan suatu produk atau jasa. Tak hanya itu, pendidikan vokasi pun tak terlepas dari kolaborasi bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kolaborasi bersama DUDI, lanjut Tatang, menjadi poin penting dalam pelaksanaan program Upskilling dan Reskilling. 


“Keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menyukseskan program ini sehingga mampu menjawab kebutuhan riil yang tepat sasaran,” terang Dirjen Tatang.


Masih dalam sambutannya, Dirjen Tatang juga mengimbau terkait peningkatan soft skills dan hard skills. Kedua poin tersebut memiliki peran dalam  kebekerjaan di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru menjadi strategi awal dalam meningkatkan kompetensi murid. 


Menyambut pesan Dirjen Tatang, Kepala BBPMPV Bispar, Nana Halim, menyebutkan bahwa rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi dan kesiapan bersama dalam mendukung pelaksanaan Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri Tahun 2026 yang berkualitas dan berkelanjutan.


“Melalui rapat koordinasi ini, disosialisasikan pola kerja sama dan strategi pelatihan berbasis standar industri guna menjamin efektivitas, keberlanjutan, serta pemerataan akses program di berbagai wilayah,” ungkap Nana. 


Tak hanya kepala SMK, kegiatan ini pun diikuti oleh Dinas Pendidikan Provinsi, pusat belajar, dan mitra industri, dari 30 provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi upaya dalam menginformasikan kebijakan secara masif  sekaligus verifikasi data. (Zia/NA/AS)