PKPLK | DIKMENDIKSUS.KITA
MERABA JENDELA ILMU
Melatih saraf motorik halus pada anak tunanetra menjadi langkah awal mereka belajar membaca dan menulis tulisan braille. Dengan saraf motorik yang terlatih, jari jemari mereka lebih peka membedakan banyak hal, dari tebal tipis hingga permukaan kasar halus, yang akan berguna saat mereka membaca dan menulis tulisan braille untuk membuka jendela ilmu. Fotografer: Dhoni Nurcahyo
Saat Gelap menjadi Terang
Retinoblastoma telah merenggut kedua bola mata Ghania Nabila Santosa saat usianya belum genap lima tahun. Namun, saat dunia menjadi gelap, pelita itu hadir dari Nida Ulaiqoh, sosok guru yang menuntunnya untuk berdaya dari ruang-ruang kelas di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta. Nama SLB-A menunjukkan jenis kekhususan ketunaan/hambatan yang dilayani, yakni khusus untuk anak-anak dengan hambatan penglihatan atau tunanetra. Fotografer: Dhoni Nurcahyo
Merangkai Abjad dalam Gelap
Setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan dan informasi, termasuk anak-anak yang memiliki hambatan penglihatan. Belajar menulis braille menjadi salah satu langkah awal bagi mereka agar dapat mengakses hak tersebut. Fotografer: Dhoni Nurcahyo
Aku Membaca dengan Cara Meraba
Di tengah penerimaan masyarakat yang belum sepenuhnya utuh terhadap anak-anak penyandang disabilitas, sekolah luar biasa (SLB) menjadi jalur pendidikan sekaligus “ruang” bagi mereka untuk belajar, mengasah potensi, mengekspresikan diri, hingga berinteraksi dalam lingkungan yang menerima mereka tanpa syarat. Fotografer: Dhoni Nurcahyo