Belajar Tanpa Batas, Peran Platform Online Menurut PKBM Pelita Pratama
Bandung, Ditjen Diksi PKPLK – Di era digital, transformasi pembelajaran menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan nasional, termasuk dalam penguatan layanan pendidikan nonformal. Pendidikan kesetaraan dan layanan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dituntut untuk semakin adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warga belajar yang beragam latar belakang sosial, ekonomi, dan geografisnya. Pemanfaatan teknologi dan platform online menjadi salah satu strategi penting untuk memastikan hak belajar tetap terpenuhi, sejalan dengan prinsip pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).
Dalam konteks tersebut, PKBM Pelita Pratama yang berlokasi di Jl. Surapati, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, memandang penggunaan platform online bukan sekadar sebagai inovasi teknis, melainkan sebagai upaya strategis untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, serta mendukung fleksibilitas belajar bagi warga belajar. Melalui integrasi teknologi digital, pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, inklusif, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Bagaimana platform online dapat meningkatkan akses belajar secara signifikan? Berikut beberapa poin utama menurut para tutor PKBM Pelita Pratama.
1. Menghapus Batasan Jarak
Salah satu keunggulan utama pembelajaran berbasis digital adalah kemampuannya menjangkau peserta didik tanpa dibatasi oleh jarak geografis. Melalui platform seperti Learning Management System (LMS), Zoom, dan Google Classroom, siswa dari berbagai wilayah dapat mengakses materi pembelajaran yang sama. Dengan demikian, akses pendidikan tidak lagi bergantung pada lokasi fisik, melainkan pada ketersediaan koneksi internet. Di dunia digital, ruang kelas dapat hadir di mana pun peserta didik berada.
2. Fleksibilitas Waktu (Self-Paced Learning)
Platform online memungkinkan peserta didik mengatur waktu belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Materi pembelajaran, seperti video atau modul digital, dapat dipelajari secara berulang sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih nyaman tanpa tekanan mengikuti tempo kelas. Fleksibilitas ini sangat mendukung model self-paced learning, terutama bagi warga belajar yang memiliki aktivitas tambahan seperti bekerja, berolahraga, atau berkegiatan seni.
3. Materi Pembelajaran yang Lebih Terarah dan Personal
Banyak platform pembelajaran digital saat ini telah dilengkapi fitur yang memungkinkan penyesuaian materi berdasarkan kemampuan peserta didik. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih efektif karena siswa dapat fokus pada materi yang belum dikuasai, sementara materi yang sudah dipahami dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Dengan demikian, pengalaman belajar menjadi lebih personal dan sesuai dengan perkembangan masing-masing peserta didik.
4. Efisiensi Biaya dan Waktu
Distribusi materi pembelajaran secara digital jauh lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan bahan cetak. Modul online, e-book, dan video pembelajaran dapat diperbarui serta dibagikan dengan cepat tanpa memerlukan biaya besar.