Dari Kebutuhan Warga, PKBM Bina Cipta Perkuat Pendidikan Kesetaraan di Ujungberung

Dari Kebutuhan Warga, PKBM Bina Cipta Perkuat Pendidikan Kesetaraan di Ujungberung

Bandung, Ditjen Diksi PKPLK – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Cipta yang berlokasi di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung terus memperkuat perannya sebagai ruang pembelajaran alternatif bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh jalur pendidikan formal. Melalui penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan pendekatan pembelajaran yang fleksibel, PKBM Bina Cipta berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat fungsi sosial pendidikan nonformal di tingkat komunitas.


Ketua Yayasan PKBM Bina Cipta, Susi Susilawati, mengungkapkan bahwa dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat, pihaknya selalu berupaya berangkat dari kebutuhan riil warga belajar. Oleh karena itu, setiap program yang dijalankan disusun berdasarkan hasil pemetaan dan asesmen kebutuhan masyarakat.




“Kami melakukan asesmen untuk melihat kebutuhan masyarakat. Dari situ kami merencanakan program bersama, kemudian melaksanakan dan mengevaluasinya secara bersama-sama agar layanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Susi.


Sebagai satuan pendidikan nonformal, PKBM Bina Cipta menyelenggarakan berbagai program layanan pendidikan yang diperuntukkan bagi warga belajar dari beragam latar belakang. Peserta didik berasal dari kelompok usia dewasa, pekerja, hingga pemuda yang sebelumnya mengalami putus sekolah. Kondisi tersebut mendorong PKBM untuk mengembangkan pola pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan, waktu belajar, serta pengalaman hidup warga belajar.




Dalam praktiknya, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan motivasi, kepercayaan diri, dan keberlanjutan belajar. Materi pembelajaran disajikan secara kontekstual dan dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari sehingga pendidikan dapat dimaknai sebagai bekal untuk kehidupan sosial dan ekonomi, bukan semata-mata pemenuhan persyaratan administratif.




Salah seorang tutor PKBM Bina Cipta, Ananda, mengungkapkan bahwa latar belakang warga belajar yang beragam menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi berkat tingginya antusiasme warga belajar.


“Latar belakang warga belajar di sini sangat beragam. Ada yang mengalami kesulitan memahami materi atau ketertinggalan belajar. Namun, hal ini justru menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai tutor karena semangat belajar warga sangat tinggi meskipun menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.


Peran Penting Tutor


Peran tutor menjadi salah satu elemen penting dalam praktik baik yang dijalankan di PKBM Bina Cipta. Tutor tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping belajar yang memahami heterogenitas usia, latar belakang, dan kemampuan peserta didik. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Alya, salah seorang alumnus PKBM Bina Cipta.


“Tutor PKBM Bina Cipta melibatkan langsung warga belajar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kami diberikan pemahaman bahwa pembelajaran harus berdampak langsung pada lingkungan. Karena itu, proses belajar di sini sangat berkesan karena kami belajar bersama masyarakat,” ujar Alya.




Selain kegiatan akademik, PKBM Bina Cipta juga menanamkan nilai-nilai kecakapan hidup dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari proses pendidikan. Pembelajaran diarahkan untuk membangun sikap mandiri, kemampuan bekerja sama, kesadaran akan pentingnya pendidikan sepanjang hayat, serta kepercayaan diri warga belajar.


“Ketika menjadi warga belajar PKBM, mungkin awalnya kami merasa berbeda atau tertinggal dibandingkan pendidikan formal. Namun, setelah menjalaninya, kami menyadari bahwa banyak hal yang bisa kami kembangkan dan pelajari di sini,” tambah Alya.




Keberadaan PKBM Bina Cipta tidak terlepas dari dukungan lingkungan dan keluarga warga belajar. Interaksi yang terbangun antara lembaga, peserta didik, dan komunitas sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan partisipasi belajar, khususnya bagi warga belajar dewasa yang harus membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga. 


Melalui praktik pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, PKBM Bina Cipta menunjukkan peran strategis pendidikan nonformal dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan penguatan sumber daya manusia. Kehadirannya menegaskan bahwa pendidikan dapat tumbuh dari komunitas, dikelola secara partisipatif, dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat pembelajar di tingkat lokal. (Esha/NA/AS)