Perkuat Literasi dan Kelompok Belajar, PKBM Nasyi’ah Sekayu Buka Kesempatan Pendidikan Kedua
Sekayu, Ditjen Diksi PKPLK – Kesempatan menyelesaikan pendidikan formal tidak selalu berjalan mulus bagi sebagian masyarakat. Faktor ekonomi, jarak, dan tanggung jawab keluarga kerap menjadi penghalang. Menjawab tantangan tersebut, PKBM Nasyi’ah Sekayu di Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan terus memperluas akses pendidikan melalui penguatan literasi dan sinergi kelompok belajar.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi dan evaluasi program yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan melibatkan pengurus, tutor, dan perwakilan kelompok belajar. Pertemuan yang berlangsung di Sekayu tersebut menjadi momentum untuk meninjau perkembangan pembelajaran sekaligus merancang langkah strategis ke depan.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, PKBM Nasyi’ah Sekayu menyelenggarakan layanan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C serta program keterampilan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup warga belajar.
Pengelola PKBM Nasyi’ah Sekayu, Nur Idha Qummala, menjelaskan bahwa rapat tersebut memberi perhatian khusus pada penguatan kelompok belajar yang tersebar di berbagai wilayah. Kelompok belajar berperan penting sebagai perpanjangan layanan pendidikan, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kegiatan belajar.
“Kami juga menyoroti pentingnya optimalisasi perpustakaan sebagai pusat literasi. Perpustakaan tidak sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan belajar mandiri,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, PKBM Nasyi’ah Sekayu mendistribusikan buku bacaan kepada warga belajar dan kelompok belajar di bawah naungannya. Buku yang dibagikan meliputi bahan ajar kesetaraan, pengembangan diri, keterampilan praktis, hingga bacaan umum.
“Distribusi buku ini diharapkan meningkatkan minat baca, mendukung pembelajaran di luar jam tatap muka, serta memperluas akses literasi hingga ke wilayah yang lebih jauh,” tambahnya.
Nur Idha menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“PKBM hadir untuk memberikan kesempatan kedua. Kami ingin memastikan setiap warga belajar memperoleh akses ilmu pengetahuan yang layak. Pendidikan adalah hak semua orang,” tegasnya.
Melalui penguatan program dan gerakan literasi, PKBM Nasyi’ah Sekayu berkomitmen menjadi pusat kegiatan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal maupun anak-anak yang putus sekolah didorong untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan yang tersedia.
Dengan semangat bahwa belajar tidak mengenal batas usia, PKBM Nasyi’ah Sekayu terus membuka jalan bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (Esha/NA/AS)