Dari Seragam SMK ke Black Hat Dunia, Nasib Tak Terduga Fedra Lulusan SMKN 2 Solo Tembus Dunia Siber
Surakarta, Ditjen Vokasi PKPLK – Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa bidang yang dulu tidak diminati kini justru membawanya berada di puncak karier. Bayu Fedra Abdullah, alumnus SMKN 2 Surakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) berhasil menembus dua ajang bergengsi di dunia.
Pada bulan Desember 2025 lalu, pemuda yang kerap disapa Fedra menjadi pembicara pada ajang Black Hat Middle East and Africa (MEA) di Riyadh, Arab Saudi, dan Black Hat Europe di London, Inggris. Berdiri di hadapan pakar siber dunia, Fedra mempresentasikan dua inovasi karyanya. Di Riyadh, ia mengulas Internet Protocol Threat Intelligence (IPTI), sebuah perangkat yang dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan berulang dalam menilai risiko keamanan alamat IP.
Sementara di London, ia membawa Most Basic Penetration Testing Lab (MBPTL). Inovasi ini merupakan platform pembelajaran komprehensif yang dirancang untuk membantu pemula mempelajari penetration testing dengan lebih mudah dan terstruktur. Ini menutup celah dari alat pembelajaran yang sudah ada sebelumnya.
Tak banyak yang menyangka, seragam abu-abu yang dulu dikenakan Fedra di bangku SMKN 2 Surakarta, Jawa Tengah, menjadi titik awal perjalanan panjangnya menembus dunia siber global. Berawal dari mengikuti jejak temannya yang mengambil Jurusan TKJ, di SMKN 2 Surakarta, Fedra diarahkan oleh gurunya untuk mencoba di bidang keamanan siber. Ia pun mengikuti arahan guru dan mulai menekuni bidang itu.
“Awalnya saya cuma ikut-ikut teman, tidak ada passion atau kemauan di IT sebenarnya. Sempat ingin belajar desain, tapi saya merasa desain makin ke sini makin bisa diotomatisasi," kata Fedra.
Ia sudah terlibat dalam berbagai projek audit keamanan sejak masih mengenyam pendidikan di SMKN 2 Surakarta. Begitu lulus sekolah, ia langsung bekerja sebagai penetration tester. Segudang pengalamannya di bidang keamanan siber tidak bisa diragukan lagi.
Kapasitas Fedra dalam menciptakan tools tersebut tidak lepas dari jam terbangnya yang tinggi. Meskipun kini statusnya masih mahasiswa tingkat akhir S-1, pengalaman profesionalnya di dunia keamanan siber sudah melampaui satu dekade. Sembari menyelesaikan pendidikan, kini ia bekerja dengan sistem jarak jauh sebagai Application Security Engineer untuk sebuah perusahaan di Singapura.
Kini, peran Fedra di kancah nasional pun telah bergeser. Jika dulu ia adalah langganan juara kompetisi keamanan siber, sekarang ia lebih sering dipercaya sebagai juri dan pembuat soal, termasuk untuk kompetisi yang digelar lembaga.
“Dari lulus SMK saya langsung kerja profesional . Ke depan saya ingin lebih aktif berkontribusi di komunitas. Saya ingin terus meningkatkan skill agar tidak tertinggal dan bisa terus berbagi ilmu dengan teman-teman,” katanya.
Perjalanan karier Fedra menjadi bukti bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bersaing di level global. Kunci utamanya terletak pada penguasaan keterampilan, kemauan belajar berkelanjutan, dan keberanian mengeksplorasi hal baru. Dunia siber bergerak cepat, mereka yang adaptif dan konsisten akan menemukan jalannya. (Aya/NA/AS)