Disabilitas Tak Jadi Penghalang, Murid SLBN 1 Bantul Ini Raih Emas di Kompetisi Tata Boga

Disabilitas Tak Jadi Penghalang, Murid SLBN 1 Bantul Ini Raih Emas di Kompetisi Tata Boga

Bantul, Ditjen Vokasi PKPLK - Keterbatasan tidak menghalangi siswa berkebutuhan khusus untuk berprestasi. Hal ini seperti yang dibuktikan oleh Keylla Almayra. Dengan kepiawaiannya dalam memasak dan membuat aneka kue, Keylla berhasil menjuarai kompetisi Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Nasional Disabilitas 2025.


Keylla merupakan siswa tunarungu dari SLBN 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Siswa kelas 10 ini berhasil medali emas dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 


Ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu, awal keterlibatan Keylla  dalam lomba LKS ini bermula dari kegemarannya dalam kegiatan masak memasak yang telah menjadi salah satu hobinya sejak ia masih kecil. Ia senang untuk membantu sang bunda untuk membuat aneka kue atau masak di dapur. Kegemaran tersebut semakin didalami setelah ia mengikuti pelajaran keterampilan tata boga. 


“Saya suka tata boga sejak kelas 7 SMP. Saya pandai membuat cake dan kue kering juga menghiasnya,” terang Keylla.


Saat akan ada kompetisi, Keylla kemudian mengikuti seleksi lomba yang dilakukan guru tata boga. 


“Yang menyeleksi Bu Nuri (guru tata boga, red)  dan ternyata saya lolos,” ujar Keylla. 


Sebelum berhasil dalam laga di LKS tingkat nasional, Keylla terlebih dahulu menjuarai kompetisi serupa di tingkat kabupaten hingga provinsi.


“Dan, alhamdulilahnya selalu juara satu dan meraih medali emas,” tambah Keylla.


Atas prestasinya tersebut, Keylla mengaku sangat senang. Ia bahkan tidak menyangka akan mendapat medali emas. Terlebih saat itu, Keylla harus membagi waktu antara fokus ujian dan juga kompetisi.


“Saat itu, saya masih kelas 9 dan harus fokus lomba. Jadi, setiap hari Senin–Kamis dari jam 7.30 sampai jam 15.00 saya harus latihan lomba,” tambah Keylla. 


Di kompetisi tersebut, Keylla ditantang untuk membuat brownies yang dihias dengan icing cookies


“Temanya kesempatan khusus, saya memilih tema Halloween. Karena kalo tema hari raya atau ulang tahun pasti sudah banyak dipilih peserta lain sehingga saya memilih yang beda. Brownies juga kan warnanya gelap, jadi sangat pas dengan tema Halloween," terang Keylla. 


Keylla mengaku sangat bersyukur, baik sekolah maupun kedua orang tuanya, sangat mendukung untuk lomba. Pihak sekolah, menurut Keylla, mendukung semua biaya alat dan bahan kebutuhan lomba.


“Saya juga selalu dibawakan bekal makanan dari rumah yang sehat dan cukup sehingga stamina saya tetap terjaga,” tambah Keylla. (Nan/NA/AS)