Jawab Kebutuhan Sektor Maritim Lokal, SMKN Darul Ulum Muncar Produksi Kapal

Jawab Kebutuhan Sektor Maritim Lokal, SMKN Darul Ulum Muncar Produksi Kapal

Banyuwangi, Ditjen Vokasi PKPLK – Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang besar di dunia. Hampir seluruh luas wilayahnya berupa perairan. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap sektor mata pencaharian masyarakatnya terutama masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pesisir. 


Banyak masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari sektor maritim, misalnya saja mereka yang bekerja sebagai nelayan. Setiap hari mereka harus pergi ke laut menggunakan kapal untuk menangkap ikan dan menjualnya ke masyarakat secara langsung maupun melalui pengepul. 


Kapal menjadi sarana penting bagi mereka untuk mencari ikan di laut. Oleh karena itu, diperlukan penyedia kapal yang dapat membantu nelayan lokal agar ekosistem perekonomian tetap berjalan. Sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Timur, Muncar memiliki aktivitas melaut yang tinggi dan membutuhkan sarana transportasi laut yang andal, aman, serta sesuai karakteristik perairan setempat. Melihat kebutuhan tersebut, SMKN Darul Ulum Muncar, Banyuwangi tidak hanya membekali murid dengan keterampilan teori, tetapi juga mendorong praktik nyata melalui produksi kapal yang dapat langsung dimanfaatkan oleh nelayan lokal.


Melalui Konsentrasi Keahlian Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI), SMKN Darul Ulum Muncar berupaya untuk memenuhi kebutuhan nelayan lokal dengan memproduksi kapal untuk pesanan maupun menyediakan kapal untuk disewa. 


Guru Konsentrasi TKPI SMKN Darul Ulum Muncar, Haris Firdaus, menyampaikan bahwa proses produksi kapal dilakukan di bengkel praktik sekolah dengan melibatkan murid secara aktif, mulai dari tahap perencanaan desain, pemilihan material, hingga proses perakitan dan penyelesaian akhir. Kegiatan ini merupakan wujud pembelajaran berbasis projek yang menekankan pada prinsip link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata masyarakat.


“Banyak nelayan lokal yang pesan kapal di kami dan tidak hanya itu, konsumen dari luar Banyuwangi pun ada yang pesan kapal di kami. Meskipun dikerjakan oleh murid, kami berusaha untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas,” ucap Haris. 


Inisiatif SMKN Darul Ulum Muncar sejalan dengan semangat penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan wilayah dan potensi lokal. Sekolah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi dan keterampilan yang dimiliki murid.


Bagi murid, keterlibatan dalam produksi kapal memberikan pengalaman kerja yang autentik. Mereka belajar bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah teknis di lapangan, serta berinteraksi dengan calon pengguna. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha di sektor maritim setelah lulus. (Aya/NA/AS)