Tenun Gebeng Ogan Ilir Melestari Lewat Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha
Ogan Ilir, Ditjen Vokasi PKPLK - Tenun gebeng khas Ogan Ilir semakin lestari melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Kerja Sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Tahun ini pelaksanan program PKW Tekun Tenun di Kabupaten Ogan Ilir semakin masif dengan penggunaan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Sebelumnya, program PKW di Ogan Ilir menggunakan alat tenun gedogan. Untuk meningkatkan keterampilan peserta, tahun ini terdapat eksplorasi teknik menenun. Salah satu peserta program PKW 2025, Ilvita Sari, pun menyampaikan bahwa ia ingin unggul dan mempelajari hal baru.
“Salah satu alasan saya ikut PKW karena penggunaan alat tenun tersebut. Sebelumnya saya sudah bisa alat tenun gedogan belajar mandiri. Jadi, sekarang ingin belajar hal lain,” ujar Ilvita.
Ilvita menjelaskan bahwa di Ogan Ilir, penggunaan ATBM belum merata. Untuk itu, agar keahliannya semakin bertambah, semangatnya pun terus tumbuh melalui program PKW. Ia menceritakan perbedaan antara alat tenun gedogan dan juga ATBM. Menurutnya, ATBM lebih menantang karena perlu adanya kombinasi antara kecepatan dan juga ketepatan.
“Sebenarnya belajar tenun ATBM itu lebih susah dibanding yang gendogan. Karena ada bagian kakinya yang perlu sejalan dengan bagian tangan,” jelas Ilvita.
Memperkuat Ide Bisnis
Ilvita pun mengikuti program PKW Tekun Tenun tidak tanpa rencana. Ia berencana untuk membuka rintisan usaha dengan kemampuannya yang sudah ia miliki. Berbekal dengan keterampilan menjahit pula, ia menginginkan membuka butik.
“Saya juga bisa menjahit. Saya kira, kombinasi antara keahlian menenun dan menjahit akan menjadi peluang yang sangat bagus. Semoga nanti terwujud,” harap Ilvita.
Ilvita yakin dengan mimpinya. Karena tak hanya difasilitasi teknik penggunaan alat tenun, di program PKW pun ia mendapatkan bekal materi kewirausahaan yang relevan untuk merintis usaha, seperti perbankan, permodalan, dan digital marketing.
Bagi Ilvita, program PKW membuka banyak peluang, “Sehari-hari kan saya belum bekerja dan baru lulus SMA. Jadi, dengan adanya program ini, saya sangat terbantu dan memperkaya pengalaman.”
Ilvita juga berkesempatan untuk demo tenun di Gelar Karya Vokasi PKPLK pada 17–18 Desember 2025 lalu. Ia merasakan antusiasnya mengikuti gelaran tersebut karena baru pertama kali unjuk gigi di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Tentunya, sangat senang dan bersyukur bisa ikut acara ini. Soalnya, di sini bisa melihat karya-karya insan vokasi dari berbagai kota di Indonesia,” tutup Ilvita. (Zia/NA/AS)