Keterbatasan Tak Menjadi Penghalang, Murid SLBN 1 Bantul Ini Raih Prestasi di Ajang Internasional

Keterbatasan Tak Menjadi Penghalang, Murid SLBN 1 Bantul Ini Raih Prestasi di Ajang Internasional

Bantul, Ditjen Vokasi PKPLK -  Keterbatasan tidak menjadi halangan bagi Diandra Ratih Livya untuk berprestasi. Murid SLBN 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini berhasil membuktikannya dengan meraih prestasi di ajang internasional.


Dianda merupakan peraih medali perunggu (bronze) pada ajang internasional bergengsi The 14th Salon Culinaire yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Jakarta. Medali perunggu (bronze) tersebut diraih Dianda untuk kategori dekorasi kue berbahan fondant


Perjalanan Diandra menuju panggung kompetisi dunia ini dimulai dari ajang Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) pada 2024 lalu. Saat itu, Diandra berhasil menembus peringkat 10 besar nasional. Kemudian, ia lolos dalam seleksi tahap 1 pada bulan Oktober 2024, dan terpilih sebagai salah satu dari 8 peserta wakil Indonesia untuk ajang Salon Culinaire. 




Untuk tampil dalam ajang tersebut, selama kurang lebih enam bulan, Diandra menjalani masa pembinaan intensif di bawah bimbingan langsung para chef profesional. Pembinaan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Dengan semangat tinggi dan dedikasi luar biasa, ia tampil percaya diri menampilkan kreasi dekorasi kue artistik berbahan fondant, yang akhirnya membawanya meraih medali bergengsi. 


Sekolah Berprestasi 


Sementara itu, Kepala SLBN 1 Bantul, Krisdi Sujatwanto,  menyampaikan bahwa Diandra bukan satu-satunya murid dari SLBN 1 Bantul yang berhasil mengukir prestasi. Menurutnya, SLBN 1 Bantul memang mencanangkan diri sebagai sekolah berprestasi. 


Bahkan, sekolah ini memiliki tim khusus yang memang bertugas untuk menyiapkan siswa-siswi saat memgikuti aneka perlombaan, baik tingkat daerah, nasional, bahkan hingga internasional. 


Tim ini, lanjut Krisdi, memiliki tugas yang cukup unik dan beragam. Selain ada yang bertugas menyaring bakat-bakat setiap siswa serta  untuk melatih/memperkuat kompetensi siswa sebelum bertanding, ada juga tim yang khusus untuk menyiapkan dokumen administrasi yang diperlukan dalam perlombaan atau bahkan yang bertugas untuk memperdalam lomba yang akan diikuti. 


"Karena biasanya guru fokus saja untuk melatih murid, tapi administrasi lomba dan ketentuan lomba itu tidak diperhatikan dengan baik. Akhirnya saat momen lomba malah siswanya tidak bisa mendaftar karena  syarat-syarat untuk lombanya ternyata belum disiapkan," kata  Krisdi. 


Sejak terbentuknya tim prestasi di sekolah, SLBN 1 Bantul terus berhasil mengukir berbagai prestasi. Bahkan tahun ini, belasan atau bahkan puluhan medali berhasil dikoleksi dari berbagai ajang perlombaan, termasuk Diandra. (Nan/NA/AS)