Lamongan Terendam Banjir, SMK NU 1 Karanggeneng Berikan Servis Gratis untuk Kendaraan Mogok

Lamongan Terendam Banjir, SMK NU 1 Karanggeneng Berikan Servis Gratis untuk Kendaraan Mogok

Lamongan, Ditjen Vokasi PKPLK – Beberapa waktu terakhir sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini tentunya membawa kekhawatiran tersendiri karena intensitas hujan yang tidak terkendali bisa menyebabkan beberapa bencana seperti banjir. 


Nyatanya bencana ini pun tidak bisa terelakkan karena daerah resapan akhir tidak mampu menopang air hujan yang turun cukup tinggi. Lamongan, Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami banjir. Banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai Bengawan Solo ini terjadi sejak awal tahun 2026 dan setidaknya merendam sekitar 1.700-an rumah warga dari enam kecamatan. 


Tidak hanya merendam rumah warga, banjir ini pun menyebabkan banyak pengendara yang mengalami mogok kendaraan. Air yang menggenangi ruas-ruas jalan utama dan permukiman membuat sepeda motor maupun mobil warga mengalami gangguan mesin, terutama pada sistem kelistrikan dan pengapian.

Di tengah kondisi tersebut, SMK NU 1 Karanggeneng menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. SMK NU 1 Karanggeneng membuka layanan servis gratis bagi kendaraan warga yang mogok akibat terendam banjir. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan langsung kompetensi yang dimiliki para murid.

Layanan servis gratis ini difokuskan pada kendaraan roda dua yang paling banyak terdampak banjir. Para murid dari Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) didampingi guru pembimbing turun langsung membantu warga. Mereka melakukan pengecekan ringan, seperti membersihkan busi, filter udara, karburator, serta pengeringan komponen kelistrikan yang basah akibat terendam air.

Kepala SMK NU 1 Karanggeneng, Mohammad Fatihun Naim Zaki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat sekolah terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat sekitar. Selain membantu meringankan beban warga, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi murid.

“Kami ingin murid tidak hanya mahir secara teori dan praktik di bengkel sekolah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan servis gratis tersebut karena kendaraannya yang mogok saat melintasi jalan yang tergenang banjir dapat teratasi.

Selain melakukan servis ringan, tim SMK NU 1 Karanggeneng juga memberikan edukasi singkat kepada warga tentang cara penanganan awal kendaraan setelah terendam banjir. Edukasi tersebut meliputi larangan menyalakan mesin saat kendaraan masih basah, pentingnya mengeringkan komponen tertentu, serta anjuran melakukan servis lanjutan jika diperlukan. (SMK NU 1 Karanggeneng/Aya/NA/AS)