Literasi untuk Semua, TBM RUMAN Aceh Tambah Koleksi dari Hibah Guru Besar
Banda Aceh, Ditjen Diksi PKPLK – Penguatan budaya literasi masyarakat terus digerakkan melalui peran komunitas dan lembaga pendidikan nonformal. Di Aceh, kehadiran taman bacaan masyarakat (TBM) menjadi garda depan dalam memperluas akses bacaan dan menumbuhkan kebiasaan membaca di ruang publik.
Upaya ini kembali diperkuat ketika TBM di bawah naungan PKBM Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menerima hibah 124 bahan bacaan dari Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Guru Besar bidang Ilmu Hukum dan Pembangunan yang dikukuhkan pada Desember 2025.
Tambahan koleksi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di lingkungan permukiman. TBM dan PKBM berperan sebagai ruang belajar alternatif yang mendekatkan masyarakat dengan buku serta membangun budaya membaca di luar jalur pendidikan formal.
Pendiri dan Pembina RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menyampaikan bahwa hibah tersebut memperkaya koleksi bacaan yang tersedia bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya di Sekretariat RUMAN Aceh, Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Minggu (22/2/2026), usai menyeleksi dan mendokumentasikan buku-buku hibah.
“Kami bahagian menerima hibah ini, Ini bukan yang pertama, sebab beliau telah membersamai perjalanan khidmah RUMAN Aceh sejak beberapa tahun lalu. Sebagian besar hibah kali ini membahas isu-isu kekinian dan kedisinian Aceh, sehingga memperkaya koleksi Pojok Keacehan yang baru kami buka,” ujar Arif.
Menurutnya, koleksi pribadi yang dihibahkan Prof. Sulaiman merupakan “harta karun” keilmuan yang dapat diakses masyarakat secara gratis, baik di basecamp RUMAN Aceh maupun melalui lapak MIBARA (Minggu Baca Rame-rame) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di Lapangan Blang Padang.
“Atas nama RUMAN Aceh, kami mengucapkan terima kasih atas hibah istimewa ini. Kami juga menyampaikan selamat atas anugerah Guru Besar yang beliau terima. Semoga membawa kebermanfaatan yang maksimal,” tambahnya.
RUMAN Aceh tidak hanya menyediakan bahan bacaan di satu lokasi, tetapi juga aktif menghadirkan buku ke ruang publik. Program lapak baca di Blang Padang dan kegiatan Minggu Baca Rame-rame menjadi strategi untuk menjangkau pembaca baru serta menumbuhkan budaya literasi yang inklusif.
Penyediaan koleksi tematik lokal seperti Pojok Keacehan juga menjadi pendekatan penting untuk menghadirkan bacaan yang kontekstual dan memperkuat identitas budaya daerah.
Sementara itu Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., menilai RUMAN Aceh sebagai lembaga yang bergerak progresif dalam membangun budaya literasi.
“RUMAN Aceh tidak hanya menyediakan bahan bacaan di tempat, tetapi juga menjangkau masyarakat ke lokasi-lokasi potensial, seperti setiap Ahad pagi di Lapangan Blang Padang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pendekatan kreatif yang dilakukan dalam menarik minat baca masyarakat. Menurutnya, langkah-langkah tersebut berpotensi meningkatkan jumlah pembaca buku yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan literasi dan penguatan peradaban.
“Saya berharap semakin banyak lembaga yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gerakan penyediaan bahan bacaan bagi masyarakat luas,” ujarnya. (Esha/NA/AS)