Lumbung Pangan, SMKN 1 Mojosongo Produksi Hasil Peternakan

Lumbung Pangan, SMKN 1 Mojosongo Produksi Hasil Peternakan

Boyolali, Ditjen Vokasi PKPLK – Pangan merupakan kebutuhan primer yang wajib dipenuhi demi keberlangsungan hidup setiap makhluk yang ada di bumi. Ada beragam sumber bahan pangan yang bisa diolah dan dimanfaatkan sebagai menu pangan kita sehari-hari, salah satunya dari sumber peternakan. 


SMKN 1 Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, melalui Konsentrasi Keahlian Agribisnis Ternak Unggas, pun mengambil peran dengan mengembangkan teaching factory (Tefa) yang salah satu produknya adalah bahan pangan dari sumber peternakan, seperti daging ayam potong, telur, dan produk lainnya.


Dengan konsep ini, murid tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemeliharaan ternak, manajemen pakan, pengolahan hasil, hingga distribusi produk. Kepala SMKN 1 Mojosongo, Suyatna, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata pada murid. Harapannya ketika lulus nanti bekal yang didapatkan ketika duduk di bangku SMK bisa membantunya dalam menapakkan pilihan karier yang diinginkan. 


“Lulusan SMK itu pilihan kariernya banyak, bisa bekerja di industri, bisa melanjutkan studi, atau membuka usaha. Pengalaman belajar yang relevan akan membantu mereka memilih tujuan kariernya. Selain itu, dengan kegiatan ini sekolah bisa berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan,” ucap Suyatna. 


Produk-produk tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekolah, dijual ke masyarakat sekitar, serta menjadi bagian dari kerja sama dengan mitra lokal. Selain itu, sekolah juga mengembangkan produksi probiotik dan pupuk organik. Probiotik digunakan untuk meningkatkan kesehatan ternak dan efisiensi pakan, sementara pupuk organik dihasilkan dari pengolahan limbah peternakan. Langkah ini sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan di sekitar sekolah.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan. Melalui pendidikan vokasi, SMK tidak hanya menjadi pusat pembelajaran yang menyiapkan lulusannya, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar. (Aya/NA/AS)