Memulihkan Senyum Anak Pascabencana, PKBM Ruman Aceh Hadir di Aceh Tamiang

Memulihkan Senyum Anak Pascabencana, PKBM Ruman Aceh Hadir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, Ditjen Diksi PKPLK – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ruman Aceh melaksanakan kegiatan dukungan psikososial atau trauma healing sekaligus penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan ini berlangsung mulai 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dengan fokus utama pada pendampingan anak-anak dan orang tua.


Ahmad Arif selaku pendiri PKBM Ruman Aceh menjelaskan bahwa Aceh Tamiang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan daerah dengan dampak bencana paling parah di Aceh. 




“Kami fokus ke Aceh Tamiang karena dari segi dampak, daerah ini disebut sebagai yang terparah di antara 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana,” ujarnya.


Tim PKBM Ruman Aceh berangkat dari Banda Aceh pada 27 Desember 2025 dan memilih jalur Medan sebelum menuju Aceh Tamiang. Ahmad menyebutkan, selain akses yang lebih cepat, jalur tersebut dipilih karena kebutuhan logistik dapat dipenuhi dengan harga yang lebih terjangkau. 


“Kami juga akan belanja beberapa paket, dan belanja logistik di Medan menjadi pilihan yang lebih efisien, karena harga barang harian di Banda Aceh masih tinggi,” jelasnya.


Selama di lapangan, PKBM Ruman Aceh melakukan pendampingan psikososial yang berfokus pada anak-anak usia PAUD dan SD. Berbagai aktivitas kreatif dan bermain dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak pascabencana. Kegiatan tersebut meliputi permainan kolase, membuat bangunan rumah dari kertas tiga dimensi, menggambar, dan mewarnai. Bantuan berupa paket belajar, paket hadiah, dan paket kebersihan diserahkan kepada anak-anak dan keluarga mereka setelah kegiatan berlangsung.




“Kami memulai dengan berkenalan dengan anak-anak, lalu bermain bersama mereka. Hadiah dan paket bantuan kami serahkan setelah kegiatan sebagai bentuk penguatan dan dukungan bagi mereka,” kata Ahmad.


Dalam kegiatan ini, PKBM Ruman Aceh menyalurkan donasi sebesar kurang lebih Rp50 juta yang dihimpun melalui penggalangan dana publik di media sosial. Donasi di antaranya berasal dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh, Komunitas Sahabat Surga (Singapura), serta bantuan seorang profesor dari Kyoto University. 


“Dalam waktu sekitar satu minggu, donasi yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp50 juta. Itu yang kami belanjakan dan bawa langsung ke lokasi terdampak,” ujarnya.


Tim PKBM Ruman Aceh mengunjungi lima titik lokasi terdampak banjir di Aceh Tamiang. Menurut Ahmad, kehadiran kegiatan trauma healing disambut antusias oleh warga, karena sebelumnya sebagian besar relawan masih berfokus pada pembersihan fasilitas umum dan penyaluran kebutuhan pokok, dan di beberapa titik, kegiatan untuk anak-anak seperti ini bahkan baru pertama kali dilakukan.


Ahmad Arif menekankan bahwa selain pemulihan fisik pascabencana, dukungan psikososial menjadi kebutuhan penting, terutama bagi anak-anak yang belum dapat kembali bersekolah. 




Trauma healing sudah sangat relevan dilakukan sekarang, agar potensi stres dan tekanan psikologis pada anak-anak bisa diminimalisir. Dalam lima hari kami juga sudah menyalurkan total 480 paket di lima titik, yang terdiri atas 240 paket belajar, 120 paket hadiah, dan 120 paket kebersihan,” katanya. 


Ia juga berharap semakin banyak komunitas yang terlibat dalam pendampingan psikososial bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana. Ke depan, PKBM Ruman Aceh berencana melanjutkan kegiatan serupa di daerah lain yang terdampak bencana, salah satunya Kabupaten Pidie Jaya, dengan menyesuaikan pada dukungan dan ketersediaan donasi. (Esha/NA/AS)