Pameran Konsolnas Dikdasmen 2026: Etalase Karya dan Penuh Talenta dari Ditjen Diksi PKPLK
Depok, Ditjen Vokasi PKPLK - Karya insan dari pendidikan vokasi, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal memeriahkan Pameran Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) 2026.
Pada pameran yang terselenggara pada 9—11 Februari 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PPSDM Kemendikdasmen) ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) menampilkan hasil karya murid/peserta didik dan guru di satuan pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah luar biasa (SLB), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan lembaga kursus.
Karya-karya yang unjuk gigi dalam Pameran Konsolnas Dikdasmen 2026 tersebut meliputi hasil kriya dan seni dari SMKN 3 Kasihan dan SMKN 1 Kalasan, hasil olahan pertanian dan wastra dari SLBN Sragen dan SLB Eka Mandiri Batu, serta karya busana menarik dari PKBM An-Nur Ibun Bandung. Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK juga menampilkan demo pijat refleksi dari Lembaga Kursus Kunci Jemari dan demo barista/kopi dari LKP Abdi Bangsa Institute.
Dalam sambutannya saat Pembukaan Konsolnas Dikdasmen 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut mengapresiasi stan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK yang menampilkan karya-karya dan keahlian-keahlian dari peserta pameran.
“Untuk menjaga kebugaran, di pameran ada fasilitas refleksi yang sudah saya coba dan ternyata enak. Mereka adalah para alumni LKP yang diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK,” terang Menteri Mu’ti.
Sebagai salah satu pengisi stan, Mardani, Kepala SLBN Sragen, mengungkapkan bahwa pameran ini memberikan fasilitas kepada para teman-teman istimewa untuk unjuk hasil karya.
“Hasil olahan makanan ini merupakan produksi dari murid-murid SLB Negeri Sragen yang mengikuti kelas vokasional, baik dari jenjang SMPLB dan SMALB,” ungkap Mardani.
Hasil karya tak hanya dari SLB, tetapi juga SMKN 3 Kasihan. Salah satu murid yang menunjukkan karya seninya adalah Satria Bagus Wibhisana Kelas XI Kriya Kayu. Telaten dalam mengukir kriya, ia menghasilkan beberapa produk kriya kayu, seperti jam tangan dan lampion.
“Belajar di SMK menyenangkan karena sesuai dengan passion. Dari pameran ini pula lah saya bisa menunjukan karya ke banyak orang, termasuk Pak Wakil Menteri,” ujar Satria.
Berdaya dengan Pendidikan Nonformal
Selain dari sisi pendidikan formal, stan Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK pun menunjukkan praktik baik dari pendidikan nonformal di PKBM dan lembaga kursus.
PKBM An-Nur Ibun Bandung mengusung tema menjangkau yang tidak terjangkau untuk menampilkan karya dari masyarakat sekitar Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Karya produk tersebut tidak hanya olahan makanan ringan, tetapi juga karya fesyen wastra nusantara dengan model kekinian.
“Hasil karya ini merupakan wujud dari keberdayaan ibu-ibu di Kecamatan Ibun. Mereka mau mandiri dan belajar di PKBM untuk turut menyejahterakan keluarga,” ungkap Afifah Tri Ananda selaku Kepala PKBM Annur Ibun Bandung.
Di sisi lainnya, lembaga kursus melahirkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing. Hal itu pun dibuktikan dengan Syifa Puspita Ramadan yang telah menjadi barista profesional di salah satu hotel ternama di Cianjur. Ia pun menunjukkan keahliannya dalam meracik kopi untuk disajikan di stan Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK pada pameran konsolnas.
“Kursus memberikan wawasan baru yang sebelumnya saya hanya penikmat kopi, tetapi bisa menyajikan berbagai kopi dari manual brew sampai latte art,” terang Syifa. (Zia/NA/AS)