Perkuat Perlindungan Anak, SKB Kota Pekalongan Gelar Edukasi Parenting dan Pendidikan Seks
Pekalongan, Ditjen Diksi PKPLK – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan parenting dan pendidikan seks sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 29 Desember 2025 ini melibatkan orang tua murid PAUD dan Paket A Inklusif, peserta didik Paket B dan Paket C, serta pendidik dan pendamping belajar.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons atas masih kuatnya anggapan di masyarakat yang memandang pendidikan seks sebagai hal tabu untuk dibicarakan, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan. Padahal, anak (termasuk anak berkebutuhan khusus) merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan, salah informasi, dan perlakuan yang tidak aman.
“Orang tua sering kali belum memiliki bekal bahasa, pemahaman, dan keberanian untuk mengenalkan pendidikan seks sejak dini secara tepat. Untuk peserta didik Paket B dan Paket C yang mayoritas remaja, minimnya pemahaman ini justru berisiko pada munculnya perilaku yang tidak bertanggung jawab,” ujar Bonari.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua murid PAUD dan Paket A Inklusif dibekali pemahaman dasar mengenai cara mengenalkan pendidikan seks sejak dini secara sederhana, aman, dan bermartabat. Edukasi ini menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus bukanlah penyakit, melainkan individu utuh yang memiliki hak atas tubuhnya, rasa aman, serta penghargaan terhadap dirinya.
Sementara itu, bagi peserta didik Paket B dan Paket C, materi difokuskan pada pengenalan perubahan diri, pemahaman batasan tubuh, serta penumbuhan sikap tanggung jawab dalam bersikap dan mengambil keputusan. Pendidik dan pendamping belajar turut dilibatkan guna membangun ekosistem pendidikan yang konsisten dan saling mendukung dalam mendampingi peserta didik.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Nur Agustina dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang memiliki keahlian di bidang psikologi anak, remaja, dan keluarga, serta Endah Wulandari dari DPMPPA yang fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan kekerasan,” terang Bonari.
Melalui kegiatan parenting dan pendidikan seks ini, SKB Kota Pekalongan berharap orang tua semakin percaya diri dalam membicarakan pendidikan seks secara tepat, peserta didik memperoleh pemahaman yang benar mengenai tubuh dan dirinya, serta seluruh anak dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, menghargai martabat, dan menjunjung perlindungan terhadap anak. (Esha/NA/AS)