Regenerasi Petani Masa Depan, SMKN 1 Pacet Siapkan Agripreneur Muda Berwawasan Lingkungan

Regenerasi Petani Masa Depan, SMKN 1 Pacet Siapkan Agripreneur Muda Berwawasan Lingkungan

Cianjur, Ditjen Vokasi PKPLK – Pertanian adalah salah satu faktor penting untuk kehidupan manusia khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. 


Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang besar. Tentunya potensi ini akan bermanfaat untuk membangun kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik. Untuk mengelola lahan pertanian dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan adaptif sehingga hasil pertanian yang diperoleh pun bisa maksimal dan bisa mengantarkan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan.


Akan tetapi, fenomena yang terjadi sekarang banyak generasi muda yang kurang meminati bidang pertanian karena menganggap bidang pertanian bukan sesuatu yang menarik. Tentunya ini bukan hal yang baik karena regenerasi petani masa depan sangat diperlukan untuk menjamin ekosistem pertanian agar tetap bisa berjalan. 


Sebagai sekolah pertanian, SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat, pun memanfaatkan potensi agraris di wilayah tersebut untuk mengembangkan kualitas pendidikan kejuruan yang relevan dengan potensi daerah. Sekolah ini mengintegrasikan praktik agribisnis melalui kegiatan teaching factory (Tefa) dengan mengolah berbagai hasil pertanian lokal. Ada berbagai produk pertanian dan turunanya yang telah mendapatkan pasar yang tepat, mulai dari sayuran organik, olahan rempah-rempah, dan produk pertanian turunan lainnya. 


Guru Pertanian SMKN 1 Pacet, Tenten Supartini, menyampaikan pendekatan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi murid SMK dalam mengolah potensi lokal yang ada, mulai dari manajemen produksi, pemasaran hingga standar mutu produk. Harapannya dengan cara ini murid tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga siap menjadi wirausaha muda di bidang pertanian. 


“Tefa harus ada market, kalau tidak ada nanti murid hanya dapat pembelajarannya saja. Mereka harus ada market dengan membangunnya dari keluarga sendiri. Pada saat proses pemasaran itu gunakan sistem dari obat nyamuk, mulai dari keluarga baru keluar,” ucap Tenten. 

Selain itu, SMKN 1 Pacet juga bermitra dengan desa-desa sekitar untuk membangkitkan potensi pertanian dengan cara mengubah lahan pertanian yang tidur menjadi lahan pertanian yang produktif dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Pendekatan ini manfaatnya cukup dirasakan oleh warga sekitar salah satunya masyarakat Desa Cibodas. 60% dari 11 ribu jiwa berprofesi sebagai petani. 

Keberadaan SMKN 1 Pacet sangat membantu dalam memberikan edukasi pertanian kepada masyarakat. Dengan adanya pengembangan dari SMKN 1 Pacet, warga desa bisa mendapatkan informasi lain terutama solusi ketika harus berhadapan dengan produksi pertanian yang harganya fluktuatif. Hal ini tentunya berdampak pada penghasilan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. (Aya/NA/AS)