Revitalisasi Satuan Pendidikan Perkuat Akses Belajar Berkeadilan di Mimika hingga Rote Ndao
Kemendikdasmen, 26 Februari 2026 - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah berdampak bagi ribuan satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program strategis yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merupakan mandat dari Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan perbaikan nyata pada sarana dan prasarana pendidikan, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), terutama di kawasan timur Indonesia.
Program revitalisasi juga menyasar satuan pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sehingga masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal tetap memperoleh akses pembelajaran yang bermutu dan relevan. Sebanyak 21 PKBM dan SKB di kawasan timur Indonesia telah mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari 15 miliar rupiah.
Dampak program ini terlihat dari membaiknya kondisi ruang belajar, fasilitas sanitasi, serta ruang pendukung yang kini lebih aman, sehat, dan nyaman digunakan. Lingkungan belajar yang layak menjadi fondasi penting bagi pembelajaran yang efektif, sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan berkualitas dengan memastikan satuan pendidikan di daerah terpencil memperoleh fasilitas yang setara dengan wilayah perkotaan.
Kepala PKBM Kasih Julius, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Yakobus Natalis Fatubun, menyampaikan dampak nyata program tersebut. Yakobus menjelaskan lembaganya menerima bantuan perbaikan ruang kelas, ruang keterampilan, serta fasilitas sanitasi. Ia menuturkan bahwa kondisi geografis wilayah Mimika yang berawa dan lembab membuat ketahanan bangunan menjadi tantangan besar. PKBM Kasih Julius sendiri mendapatkan bantuan senilai lebih dari 1 miliar rupiah.
“Wilayah kami berawa dan sangat lembab. Sehingga bangunan tidak bisa bertahan lama. Struktur kelas pernah dibangun dengan baik dan direncanakan untuk beberapa lantai, tetapi kondisi tanah yang tidak stabil serta beberapa kali gempa menyebabkan patahan pada dinding, dak, hingga struktur utama,” ujarnya.
Kerusakan tersebut membuat air hujan merembes ke dalam ruangan dan merusak plafon, keramik, serta instalasi listrik. Demi keselamatan, ruang tersebut sempat tidak digunakan. Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, ruang kelas tersebut kini telah diperbaiki secara menyeluruh. Perbaikan tidak hanya dilakukan pada struktur bangunan, tetapi juga pada area sekitar dengan pembangunan talud untuk mencegah bangunan amblas di tanah rawa.
Selain ruang kelas, rehabilitasi ruang keterampilan memberi dampak signifikan bagi pembelajaran vokasional warga belajar. Ruang ini dimanfaatkan untuk pelatihan pengelasan bagi peserta didik Paket C, serta pelestarian budaya lokal melalui keterampilan ukiran kayu. Perbaikan juga menyasar fasilitas sanitasi dan akses air bersih. Sebelum revitalisasi, kondisi toilet dinilai tidak sehat dan ketersediaan air bersih menjadi tantangan besar.
“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus mengebor hingga kedalaman 60 sampai 70 meter. Melalui program revitalisasi ini kami mendapat bantuan pengeboran air serta rehabilitasi empat ruang toilet, sehingga sekarang fasilitas sanitasi kami jauh lebih layak,” ujar Yakobus.
Yakobus menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi yang telah meningkatkan kualitas layanan pendidikan di PKBM Kasih Julius dan mengungkapkan terima kasih karena program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah memberi kenyamanan dan harapan baru bagi warga belajar di PKBM tersebut.
Transformasi SKB Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
Manfaat revitalisasi juga dirasakan oleh SKB Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kepala SKB Rote Ndao, Fadlun Sururiyadi, menyampaikan perubahan yang terjadi setelah revitalisasi sangat signifikan. “Kami tidak pernah merasa yakin SKB Rote Ndao akan berubah seperti saat ini. Setelah program Revitalisasi kami nikmati, wajah SKB berubah hampir 180 derajat dan kini dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat pencinta pendidikan nonformal,” ujar Fadlun.
SKB ini mendapatkan bantuan revitalisasi senilai 2,2 miliar rupiah. Salah satu hasil revitalisasi di SKB Rote Ndao adalah pembangunan enam ruang kelas lengkap dengan perabotnya. Ketersediaan ruang belajar ini menghadirkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran program Paket A, B, dan C.
“Sekarang setiap jenjang pendidikan memiliki ruang kelas masing-masing. Warga belajar dapat hadir bersamaan dan mengikuti pembelajaran dengan tertib. Mereka merasa lebih nyaman dan fokus belajar sesuai tingkatnya,” jelasnya.
Keberadaan ruang kelas yang layak juga memungkinkan layanan pendidikan dari PAUD hingga Paket C berlangsung dalam satu lingkungan belajar yang tertata dan inklusif. Menurut Fadlun, revitalisasi telah menjadikan SKB sebagai ruang harapan baru bagi masyarakat Rote Ndao, tempat belajar, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Komitmen Pemerataan dan Keadilan Pendidikan
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan keadilan dalam konteks revitalisasi bukan berarti membagi secara sama, melainkan memberikan afirmasi lebih besar kepada wilayah dan satuan pendidikan yang paling membutuhkan. Ia menambahkan bahwa revitalisasi tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran.
“Ketika ruang kelas menjadi aman, ruang keterampilan berfungsi, dan sanitasi tersedia dengan baik, maka kualitas pembelajaran ikut terangkat. Dampaknya bukan hanya pada siswa, tetapi juga pada semangat pendidik, partisipasi masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan,” jelasnya.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 165/sipers/A6/II/2026
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah