Revitalisasi Satuan Pendidikan Rampung, SKB Kota Jambi Kini Nikmati Fasilitas Belajar Lebih Layak
Jambi, Ditjen Diksi PKPLK – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Jambi yang berlokasi di Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi telah rampung dan kini memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem pembelajaran. Berbagai fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki, menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, serta mendukung proses pendidikan kesetaraan.
Kepala SKB Kota Jambi, Supriyadi, menjelaskan bahwa proses revitalisasi yang didapat oleh satuan pendidikan nonformal itu diawali dari pemutakhiran data sarana dan prasarana melalui Dapodik Sarana dan Prasarana. Dari pendataan tersebut, ditemukan sejumlah ruang belajar dan toilet yang mengalami kerusakan tingkat sedang.
“Setelah data kami lengkapi, kami mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk perbaikan melalui APBD maupun APBN. Tim dari Dinas PUPR kemudian melakukan pendataan langsung terhadap kondisi bangunan dan tingkat kerusakannya,” ujar Supriyadi.
Berdasarkan hasil pendataan tersebut, revitalisasi dilakukan terhadap tiga ruang pembelajaran, yakni satu ruang Paket A dan tiga ruang Paket C, serta dua unit toilet. Usulan revitalisasi kemudian diajukan melalui aplikasi Krisna dan berlanjut pada tahapan bimbingan teknis hingga akhirnya SKB Kota Jambi ditetapkan sebagai penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.
Supriyadi menambahkan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh selama proses revitalisasi berlangsung. Koordinasi intensif dilakukan, mulai dari persiapan, monitoring, hingga pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan.
“Kami juga berkoordinasi terkait penataan aset daerah yang dibongkar selama proses revitalisasi. Aset yang masih bernilai dan bisa dimanfaatkan kembali, seperti teralis atau besi, kami serahkan kepada pemerintah daerah agar dapat digunakan oleh lembaga lain yang membutuhkan,” jelasnya.
Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh para tutor. Amalia Gustin, Tutor SKB Kota Jambi, mengungkapkan bahwa sebelumnya ruang kelas Paket C kerap mengalami kebocoran saat hujan, sehingga mengganggu kenyamanan belajar.
“Dulu kelas sering banjir karena rembesan hujan, lantainya kotor dan anak-anak jadi kurang nyaman. Sekarang setelah direvitalisasi, tidak ada lagi bocor, kelas jadi bersih dan anak-anak lebih nyaman belajar,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Yusra, salah satu warga belajar SKB Kota Jambi. Ia mengaku sangat bersyukur dengan perbaikan fasilitas yang telah dilakukan.
“Saya sangat senang dengan adanya revitalisasi ini. Kelas jadi lebih nyaman dan aman. Saya bangga bisa sekolah di sini karena proses pembelajaran kami difasilitasi dengan baik,” ujarnya.
Dari sisi masyarakat, revitalisasi gedung SKB dinilai membawa dampak sosial yang signifikan. Salim, salah seorang tokoh masyarakat setempat, menyebut bahwa antusiasme warga untuk belajar semakin meningkat, terutama bagi mereka yang sebelumnya putus sekolah.
“Kami terus mengarahkan warga untuk belajar di SKB Kota Jambi. Di sini pendidikan dari SD sampai SMA gratis. Banyak lulusan Paket yang sudah bekerja, ada yang di Dinas Perhubungan, Damkar, hingga Dispenda. Sekarang gedungnya sudah direvitalisasi dan bagus, minat masyarakat semakin tinggi,” ungkap Salim.
Sementara itu, Aan, warga sekitar SKB, menilai bahwa kondisi gedung yang lebih baik menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang sebelumnya kurang berminat melanjutkan pendidikan.
“Dengan gedung yang sudah bagus, anak-anak jadi lebih semangat sekolah. Saya lihat mereka yang tadinya jarang masuk sekarang jadi lebih rajin,” katanya.
Rampungnya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SKB Kota Jambi tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat peran SKB sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka kembali harapan pendidikan bagi warga yang sempat terputus dari jalur formal.
Hal ini sejalan dengan arah Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk menangani tantangan besar terkait pendidikan di Indonesia terkait mulai dari kondisi sarana dan prasarana hingga keamanan dan kenyamanan anak-anak bangsa dalam menempuh pendidikan.
Sebagai informasi, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperbaiki, membangun, dan menyediakan sarana prasarana sekolah yang memadai, aman, nyaman, serta merata, melalui rehabilitasi, pembangunan sekolah baru, dan penyediaan fasilitas esensial, dengan tujuan memastikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua anak Indonesia. (Esha/NA/AS)