SMK NU Miftahul Huda Buat Tower Crane Mobile Permudah Pekerjaan Konstruksi

SMK NU Miftahul Huda Buat Tower Crane Mobile Permudah Pekerjaan Konstruksi

Malang, Ditjen Vokasi PKPLK – SMK NU Miftahul Huda, Malang, Jawa Timur, melalui Konsentrasi Keahlian Pengelasan, Kelistrikan, dan Alat Berat berhasil membuat tower crane mobile


Melalui sebuah karya inovatif berupa tower crane mobile, para murid berhasil menciptakan alat bantu konstruksi yang dirancang untuk mempermudah proses pekerjaan di lapangan. Terobosan ini merupakan wujud kreativitas murid dalam bidang teknik rekayasa yang dirancang untuk simulasi pekerjaan konstruksi dan pelatihan teknik berat. 


Berbeda dengan tower crane konvensional yang bersifat permanen dan membutuhkan instalasi kompleks, tower crane buatan murid SMK NU Miftahul Huda dirancang lebih fleksibel karena dapat dipindahkan dengan mudah sesuai kebutuhan lokasi kerja.


Dengan tinggi 16 meter, inovasi ini merupakan hasil kerja sama 20 murid yang dikerjakan selama empat bulan penuh. Dalam rentan waktu tersebut, para murid berhasil  menghasilkan karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bermanfaat untuk mendukung efisiensi proyek pembangunan.


Kepala SMK NU Miftahul Huda Kepanjen, Imam Arifin, menjelaskan bahwa ke depan setelah inovasi mendapatkan sertifikasi publik, sekolah berencana menyewakan tower crane mobile untuk kebutuhan proyek eksternal dengan sistem edukatif. Dalam skema tersebut, murid akan berperan sebagai operator dan teknisi magang sehingga mereka bisa belajar tentang tanggung jawab kerja, manajemen waktu, dan keselamatan kerja secara langsung di lapangan.



“Inovasi tower crane mobile ini menjadi contoh konkret bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan solusi nyata bagi dunia kerja dan masyarakat. Melalui semangat kolaborasi antara sekolah, guru, dan murid, SMK bisa menjadi pusat lahirnya inovasi yang kreatif dan bisa berkontribusi untuk kemajuan daerah,” ucap Imam.


Pihak sekolah kini juga memanfaatkan langsung tower crane mobile dalam proses pembangunan lantai dua gedung sekolah. Penggunaan alat ini tidak hanya menekan biaya pembangunan, tetapi juga memberikan pengalaman praktik nyata bagi para murid. Mereka terlibat langsung sebagai operator dan teknisi lapangan di bawah pengawasan guru dan teknisi profesional sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. (SMK NU Miftahul Huda/Aya/NA/AS)