Alumnus Program Pendidikan Kecakapan Kerja yang Meniti Karier di Resto Jepang
Matsumoto, Ditjen Vokasi PKPLK - Kursus di bidang hospitality dan belajar bahasa Jepang membuahkan hasil bagi Gagah Artha Abimanyu. Belum juga mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah, ia memutuskan untuk mengikuti kursus hospitality melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Dari sini lah, ia dapat memperoleh pekerjaan di negeri sakura.
Bagi gagah, keputusannya untuk kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Desy Education adalah langkah yang tepat. Walaupun tak ada dasar di dunia perhotelan atau hospitality, ia belajar dengan cepat. Bahkan, ia dapat lulus uji kompetensi dengan sempurna.
“Saya ingat pertama kali mengunjungi hotel terkenal, di sana belajar table manner, barista, cooking class, dan banyak lagi,” cerita Gagah menjelaskan pengalamannya mengikuti program PKK.
Gagah tak menyangka, kursus tiga bulan dengan banyak praktik tersebut pun mampu membawanya bisa terbang ke Jepang, negara yang ia kagumi. Setelah melewati proses interview dan pemberkasan, ia pun bisa bekerja di restoran terkenal, yaitu Restaurant Osaka Ohsho.
“Dulu sebelum kursus saya belajar bahasa Jepang, akhirnya bisa bekerja juga di Jepang,” tutur Gagah.
Cerita Bekerja di Negeri Sakura
Gagah memulai perjalanannya di Jepang pada akhir tahun ini. Walaupun sistem kerja yang sangat berbeda dari Indonesia, Gagah merasa dapat melaluinya dengan baik. Ia pun sudah terbiasa dengan hal tersebut karena sebelumnya sudah mendapatkan arahan di LKP.
“Tidak terlalu lama untuk adaptasi karena sebelumnya sudah terbiasa di dunia F&B saat belajar di LKP,” terang Gagah.
Bekerja di bagian kitchen, Gagah menjadi garda terdepan dalam menyajikan hidangan terbaik. Dengan keterampilan dan kemampuan bahasanya, ia bisa mengatasi tantangan yang ada saat bekerja. Di resto tersebut, ia pun belajar makanan-makanan otentik khas Jepang, seperti donburi, ramen, ataupun gyoza.
Yang menarik bagi Gagah juga adalah bisa bekerja sambil wisata. Ia sangat senang travelling dan melihat langsung keindahan Jepang. Tinggal di kota Motsumoto, ia bisa melihat sisi lain jepang karena penuh dengan kastil-kastil bersejarah. Di sana juga ia dapat melihat langsung pegunungan Alpen Jepang dengan udara yang sangat sejuk.
“Dari awal memutuskan kerja di Jepang karena suka dengan negara dan cari pengalaman lebih. Di sini bisa kerja sambil liburan juga,” ungkap Gagah.
Dari pengalaman tersebut, Gagah pun bisa mendapatkan gaji pertama di atas Rp10 juta. Ia sangat bersyukur karena jalannya untuk meraih hal yang diinginkan pun tergolong lancar. Ia pun kini bisa membantu keluarganya dan menjadi mandiri secara finansial. (Zia/NA/AS)