Mudik dengan ABK? Hal Ini Perlu Dipersiapkan agar Anak Nyaman

Mudik dengan ABK? Hal Ini Perlu Dipersiapkan agar Anak Nyaman

Jakarta, Ditjen Vokasi PKPLK - Mudik atau pulang kampung menjadi salah satu tradisi yang identik dengan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Bagi sebagian besar orang, mudik bisa menjadi momen perjalanan yang menyenangkan. Akan tetapi, bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), perjalanan mudik bisa menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat harus menempuh perjalanan mudik yang cukup jauh. 


Angga Pratama Armadi Putra, guru pendamping khusus dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, mengatakan bahwa ada tantangan khusus bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus saat membawa putra-putri mereka dalam perjalanan jauh seperti saat mudik. 


"Anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian ekstra saat melakukan perjalanan mudik, baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial. Apalagi, jika perjalanan mudiknya jauh," kata Angga. 


Meski demikian, bukan berarti anak berkebutuhan khusus tidak bisa melakukan perjalanan mudik, apalagi memilih meninggalkan anak berkebutuhan khusus tinggal di rumah bersama pengasuh, sementara anggota keluarga lainnya pergi mudik. 


Bagi Angga, asal dipersiapkan secara matang dan memperhatikan kebutuhan anak, anak berkebutuhan khusus dipastikan dapat ikut mudik dengan nyaman.  


Berikut tip dan trik yang bisa diterapkan oleh para orang tua saat mengajak putra-putri ABK-nya mudik.


Perkenalkan Apa Itu Mudik 


Langkah awal, menurut Angga, adalah memperkenalkan ABK dengan mudik. Orang tua perlu memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang mudik kepada anak mereka. 


“Kalau kami di sekolah, misalnya, kita jelaskan dulu, apa itu mudik, apa yang akan dilakukan saat mudik, kemudian apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mudik,” terang Angga.


Perencanaan Perjalanan yang Matang 


Perencanaan perjalanan yang matang adalah kunci utama. Mudik dengan anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian lebih dalam hal waktu perjalanan, tempat istirahat, dan kesiapan fisik anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah mulai dari pemilihan rute yang lebih efektif, waktu perjalanan, termasuk bekal makanan yang akan dibawa untuk anak. 


Bawa Perlengkapan yang Dibutuhkan


Anak berkebutuhan khusus biasanya membutuhkan perlengkapan khusus yang mendukung kenyamanan dan keamanan mereka selama perjalanan. Misalnya adalah mainan favoritnya, bantal favoritnya, dan sebagainya. 


“Anak berkebutuhan khusus memiliki attachment yang sangat kuat misalnya pada benda kesayangan yang bisa berdampak pada emosinya jika tidak ada. Jadi, pastikan hal itu harus dibawa, bahkan misalnya dot tempat minumnya sekali pun,” kata Angga.


Pahami Kebiasaan dan Kebutuhan Anak 


Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang berbeda, baik secara fisik, sosial, maupun emosional. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana anak bereaksi terhadap perjalanan panjang yang dihadapi, terutama kebiasaan atau rutinitas tidur dan makan anak. Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda saat anak stres dan kelelahan sehingga orang tua bisa langsung bisa merespons. Misalnya adalah dengan beristirahat sejenak atau hal-hal lain yang  bisa meredakan stres dan kecemasan anak.


Ciptakan Kondisi yang Nyaman dan Tenang


Perjalanan jauh, terutama dengan anak berkebutuhan khusus, bisa menjadi sumber stres. Untuk mengurangi stres anak dan orang tua, ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman selama perjalanan. Misalnya adalah dengan mengatur suhu kendaraan yang  sesuai agar anak nyaman dan tidak stres. Termasuk saat memilih tempat untuk beristirahat, sebaiknya pilih tempat yang tenang untuk mengurangi kecemasan anak. (Nan/NA/AS)