Pendidikan Kesetaraan Makin Diminati, PKBM Bina Bangsa Layani Ratusan Peserta Didik
Purwakarta, Ditjen Diksi PKPLK – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh jalur pendidikan formal. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, lembaga pendidikan nonformal ini memberikan kesempatan belajar bagi anak putus sekolah hingga masyarakat dewasa yang ingin melanjutkan pendidikan.
Kepala PKBM Bina Bangsa, Iik Hajarudin, mengatakan bahwa keberadaan PKBM menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
“PKBM saat ini menjadi salah satu alternatif bagi anak yang enggan bersekolah formal, peserta didik yang putus sekolah, hingga masyarakat dewasa yang ingin kembali melanjutkan pendidikan,” ujar Iik.
Menurutnya, fleksibilitas waktu belajar menjadi salah satu faktor yang membuat pendidikan kesetaraan semakin diminati. Jika sekolah formal mengharuskan peserta didik mengikuti kegiatan belajar setiap hari, PKBM memberikan ruang pengaturan waktu belajar yang lebih adaptif terhadap kondisi peserta didik.
“Sebagian anak memilih PKBM karena jadwal belajar yang lebih fleksibel. Dengan pola pembelajaran yang tidak setiap hari, mereka masih memiliki waktu untuk membantu keluarga atau menjalankan aktivitas lain di lingkungan rumah,” jelasnya.
Saat ini PKBM Bina Bangsa melayani 287 peserta didik dari berbagai latar belakang. Untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal, kegiatan pembelajaran dibagi ke dalam beberapa jadwal setiap pekan.
Kegiatan belajar dilaksanakan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu di lokasi PKBM, serta Senin di lingkungan pesantren. Skema ini diterapkan agar santri yang mengikuti pendidikan kesetaraan tetap dapat mengakses layanan pendidikan tanpa harus meninggalkan kegiatan di pesantren.
“Untuk peserta didik yang berada di pesantren, tutor kami yang datang langsung ke lokasi. Hal ini dilakukan agar mereka tetap mendapatkan layanan pendidikan secara optimal,” kata Iik.
Dalam hal pemenuhan standar penilaian pendidikan nasional, PKBM Bina Bangsa juga telah mampu menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara mandiri. Lembaga ini telah menyiapkan fasilitas ruang belajar dan perangkat komputer untuk mendukung pelaksanaan asesmen maupun kegiatan belajar peserta didik.
Menurut Iik, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan oleh peserta didik untuk belajar di luar jadwal pembelajaran.
“Tidak jarang peserta didik datang di luar jam belajar, bahkan hingga malam hari, untuk memanfaatkan fasilitas belajar yang tersedia. Kami selalu menyiapkan pengurus yang berjaga untuk mendampingi mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta didik yang terdaftar di PKBM Bina Bangsa mendapatkan layanan pendidikan secara menyeluruh, baik melalui pembelajaran tatap muka di lembaga maupun melalui layanan pembelajaran yang dilakukan di lokasi tertentu seperti pesantren. (Esha/AS)