Semangat Sukseskan Lembaga Kursus dengan Pelatihan Motivasi Berprestasi

Semangat Sukseskan Lembaga Kursus dengan Pelatihan Motivasi Berprestasi

Jakarta, Ditjen Vokasi PKPLK - Lembaga kursus memiliki peran penting dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, kursus berkualitas akan mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. 


Dengan latar belakang tersebut, Direktorat Kursus dan Pelatihan menyelenggarakan Webinar Pelatihan Motivasi Berprestasi (Achievement Motivational Training) pada Jumat (6-3-2026). Bersama narasumber Master of Trainer Growth Mindset Academy Singapura, Djohan Yoga, kegiatan ini menjadi momen strategis untuk penguatan lembaga kursus di Indonesia. 


Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, mendukung secara penuh kegiatan ini sebagai upaya dalam memotivasi pengelola lembaga kursus. Direktur Yaya pun mengapresiasi narasumber karena telah membantu memotivasi lembaga kursus untuk lebih growth mindset.


“Kegiatan webinar ini bagian dari peningkatan mutu kursus. Pemaparan materi growth mindset diharapkan dapat diaplikasikan dalam pengelolaan lembaga kursus untuk semangat mengedepankan kualitas,” ungkap Direktur Yaya.


Yaya pun mengungkapkan bahwa momen ini menjadi jalan sinergi dengan program-program Direktorat Kursus dan Pelatihan. Ia menyebutkan bahwa terdapat beberapa program prioritas seperti program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), dan Uji Kompetensi.


Growth Mindset untuk Pengelola Lembaga Kursus


Dalam paparannya, Djohan sebagai trainer profesional menjelaskan mengenai growth mindset yang menjadi dasar untuk pengambilan suatu keputusan. Tak hanya itu, growth mindset pun bisa diaplikasikan sebagai sarana motivasi kepada para peserta didik kursus. 


“Pola pikir membuat seseorang mau bertumbuh dan tidak takut dengan kegagalan,” ujar Djohan.


Ia menyebutkan bahwa terdapat empat cara 4 growth mindset, yaitu pelajari suara hati yang menimbulkan kekhawatiran, sadari bahwa kita punya pilihan, bicara kembali dengan suara optimisme dalam diri, dan terakhir lakukan aksi agar bisa melangkah.


“Orang-orang growth mindset itu tidak berlarut dalam kegagalan, tetapi mereka percaya bahwa itu adalah proses belajar, coba lagi dan lagi. Mereka belajar dari kesalahan,” jelas Djohan. 


Djohan berharap growth mindset menjadi cara pandang para pengelola lembaga kursus untuk menciptakan program pendidikan yang aplikatif dan edukatif. Hal ini untuk mendorong semangat serta kapasitas pengelolaan lembaga kursus menuju lembaga yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.


Djohan menuturkan, “Dalam setiap kursus ada faktor yang tak terlihat, yaitu mindset. Inilah yang harus menjadi dasar setiap manusia.” (Zia/NA/AS)